Remaja Harapan dan Tantangan

REMAJA

HARAPAN DAN TANTANGAN

Oleh : Sri Wahyuni, S.Pd

            Remaja selalu merupakan hal yang menarik untuk dibicarakan. Orang tua sibuk dengan pemikiran tentang anaknya yang sedang meningkat remaja. Guru kadang- kadang gembira menghadapi anak didiknya yang berprestasi, kadang- kadang pusing menghadapi anak didiknya yang berperangai tidak terpuji, mengganggu dan meremehkan peraturan dan disiplin sekolah.

            Remaja sendiri sering sibuk dengan dirinya, yang tidak mudah dimengerti dan diterima oleh orangtuanya. Hubungan dengan teman- temannya tidak menentu, ada kalanya akrab tetapi ada kalanya bermusuhan. Mungkin pada suatu ketika dia cinta dan bangga terhadap dirinya, lain waktu dia merasa malu dan benci terhadap dirinya.

A. PENGERTIAN REMAJA

Remaja adalah tahap umur yang datang setelah masa kanak- kanak berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik yang cepat. Pertumbuhan yang cepat pada tubuh remaja, luar dan dalam itu, membawa akibat yang tidak sedikit terhadap sikap, perilaku, kesehatan serta kepribadian remaja. Dalam masyarakat, dikenal remaja dengan berbagai istilah yang menunjukkan kelompok umur yang tidak termasuk kanak- kanak tetapi juga bukan pula dewasa, misalnya jaka-dara dan bujang-gadis. Sebutan itu diperuntukkan bagi usia sekitar 13 tahun sampai 17 tahun.

Istilah remaja dalam Islam tidak ada. Didalam Al Qur’an ada kata alfityatu, fityatun yang artinya orang muda. Ada pula kata baligh yang menunjukkan seseorang tidak kanak- kanak lagi atau juga bisa berarti penentuan umur awal kewajiban melaksanakan hukum Islam dalam kehidupan sehari- hari.

 

B. HARAPAN DAN CITA- CITA

1.  PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN FISIK REMAJA

Pertumbuhan fisik dengan cepat terjadi pada remaja usia 13-17 tahun. Namun pertumbuhannya tidak serentak dan kecepatan pertumbuhan antara remaja satu dengan yang lainnya juga tidak sama. Ada yang cepat pada usia 13-14 tahun dan ada pula pertumbuhan fisiknya terjadi pada akhir remaja (17 tahun).

Pertumbuhan fisik yang tidak serentak itu menimbulkan akibat yang tidak menyenangkan bagi remaja. Tidak heran jika remaja sibuk dengan selalu memperhatikan dirinya, suka berlama- lama berdiri di depan kaca. Dimana ada kaca, mereka condong melihat dirinya lewat kaca itu. Apakah itu cermin dirumah, kaca jendela, etalase toko dan sebagainya.

Perubahan fisik yang begitu cepat itu mengakibatkan perubahan lain pada segi sosial dan kejiwaan. Remaja semakin peka dan tidak stabil, kadang- kadang ia penakut, ragu- ragu, cemas dan sering melontarkan kritikan, bahkan berontak terhadap keluarga, masyarakat ataupun adat kebiasaan.

2.    PERTUMBUHAN DAN KEMATANGAN SEKS

Seiring dengan pertumbuhan fisik, terjadi pula perkembangan di dalam tubuhnya. Kelenjar kanak- kanaknya telah berakhir berganti dengan kelenjar endokrin yang memproduksi hormon, sehingga menggalakkan pertumbuhan organ seks menuju kesempurnaan. Pada remaja puteri terjadi pembesaran payudara dan membesarnya pinggul serta terjadinya haid atau datang bulan. Sedangkan pada remaja putera mulai membesarnya jakun di leher, suara menjadi sengau/besar, bahunya bertambah lebar, mulai tumbuh bulu ketiak dan kumis serta terjadinya mimpi basah.

3.    PERKEMBANGAN SOSIAL REMAJA

Tidak ada seorangpun yang sanggup hidup tanpa tergantung kepada orang lain. Demikian pula remaja, mereka membutuhkan bimbingan dan tauladan agar dapat melalui masa- masa goncang akibat pertumbuhan fisik dan seksual yang cepat dengan sukses.

Agar remaja dapat melalui masa- masa sulit itu maka diperlukan interaksi yang baik antara remaja dengan orangtua, remaja dengan guru di sekolah, dengan teman sebaya  dan dengan orang dewasa lainnya. Guru menempati tempat teristimewa di dalam kehidupan remaja karena guru merupakan cerminan dari alam luar keluarganya. Mereka lebih suka terhadap guru- guru yang terbuka untuk mendengar dan memperhatikan keluhannya dan membantu mengatasi kesulitannya. Remaja kurang senang dengan guru yang tidak mau mendengar dan mengerti keluhannya, terutama guru yang selalu menganggap muridnya harus selalu patuh dan mengikuti apa yang dikehendakinya.   

 

C. TANTANGAN DAN MASALAH REMAJA

Masalah penting yang dihadapi oleh remaja cukup banyak, diantaranya adalah dengan timbulnya berbagai konflik dalam diri remaja.

1.      Konflik antara kebutuhan untuk mengendalikan diri dengan kebutuhan untuk bebas dan merdeka. Remaja membutuhkan penerimaan sosial dan penghargaan serta kepercayaan orang lain kepadanya. Dilain pihak dia membutuhkan rasa bebas, karena ia merasa telah besar, dewasa dan tidak kecil lagi. Konflik antar kebutuhan tersebut menyebabkan rusaknya keseimbangan emosi remaja.

2.      Konflik antara kebutuhan akan kebebasan dan ketergantungan terhadap orangtua. Dilain pihak remaja ingin bebas dan mandiri, yang diperlukannya dalam mencapai kematangan fisik, tetapi membutuhkan orangtua untuk memberikan materi guna menunjang studi dan penyesuaian sosialnya. Konflik tersebut menimbulkan kegoncangan kejiwaan pada remaja sehingga mendorongnya mencari pengganti selain orangtuanya, biasanya teman, guru ataupun orang dewasa lainnya dari lingkungannya.

3.      Konflik antara kebutuhan seks dan ketentuan agama serta nilai sosial. Kematangan seks yang terjadi pada remaja menyebabkan terjadinya kebutuhan seks yang mendesak tetapi ajaran agama dan nilai- nilai sosial menghalangi pemuasan kebutuhan tersebut. Konflik tersebut bertambah tajam apabila remaja dihadapkan pada cara ataupun perilaku yang menumbuhkan rangsangan seks seperti film, sandiwara dan gambar.

4.      Konflik nilai- nilai, yaitu konflik antara prinsip- prinsip yang dipelajari oleh remaja dengan prinsip dan nilai yang dilakukan orang dewasa di lingkungannya dalam kehidupan sehari- hari.

5.      Konflik menghadapi masa depan. Konflik ini disebabkan oleh kebutuhan untuk menentukan masa depan. Banyak remaja yang tidak tahu tentang hari depan dan tidak tahu gambarannya. Biasanya pilihan remaja didasarkan atas pilihan orangtua atau pekerjaan yang populer dimasyarakat.

 

D. PEMBINAAN DAN PENANGGULANGAN MASALAH

Pada dasarnya remaja itu baik, akan tetapi mereka menghadapi banyak masalah, yang kadang mereka tidak sanggup untuk mengatasinya sehingga terjadi penyimpangan perilaku yang disebut kenakalan. Dalam penanggulangan kenakalan remaja, kita perlu menggunakan pendekatan psikologis. Mulai dari pamahaman tentang kenakalan remaja dan mencari latar belakang terjadinya, agar kita tidak melihat tindakan tanpa mengetahui berbagai faktor penyebabnya baik yang timbul akibat perubahan yang terjadi pada diri remaja maupun yang datang dari luar.

Oleh karena itu dalam penanggulangan kenakalan remaja bukan dengan hukuman atau ancaman tetapi dengan membantunya untuk mencari penyelesaian masalah dengan cara yang baik dan tidak bertentangan dengan hukum dan ajaran agama.

Keluarga mempunyai peranan penting dalam menciptakan ketentraman batin remaja. Dalam menghadapi kenakalan remaja, orangtua yang bijaksana dapat memahami keadaan remaja dan membantunya mengatasi persoalan yang dihadapinya.

Guru di sekolah juga mempunyai peranan penting dalam membantu remaja dalam mengatasi kesulitannya. Keterbukaan hati guru menerima keadaannya menjadikan remaja sadar akan sikap dan tingkah lakunya yang kurang baik.

Pendidikan agama yang diperoleh remaja dapat membantunya mengatasi berbagai masalah dan gejolak kejiwaan pada dirinya, maka sebaiknya semua mata pelajaran dapat menghubungkan bidang yang diajarkannya dengan ajaran agama.

1 Komentar

Filed under Artikel

One response to “Remaja Harapan dan Tantangan

  1. jadi bagaimana mengbagungkan remaja sebagai jiwa individu dan remaja sebagai jiwa sosial?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s