Sarasehan 2006

SARASEHAN
Memperingati Hari Jadi SMP Negeri 1 Wonosari, dengan judul:

Menuju SMP Berstandar Internasional”

        Sarasehan yang digelar pada hari Sabtu tanggal 2 September 2006 pukul : 20.00 sampai 23.45 WIB ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, Bapak / Ibu Guru, Staf Karyawan, Komite Sekolah, Alumni, Masyarakat Sekitar, dan Pengurus OSIS ( Orgaisasi Siswa Intra Sekolah ) serta MPK ( Musyawarah Perwakilan Kelas ) sehingga nampak meriah walaupun yang paling dominan dipadati oleh para siswa. Mungkin ini juga perlu menjadi PR selanjutnya bagi Panitia HUT SMP yang menyelenggarakan sarasehan ini di malam hari, untuk menyikapinya dengan mengubah jam sarasehan di pagi, siang atau sore hari yang memungkinkan untuk bisa dijangkau oleh seluruh keluarga SMP 1, baik yang berdomisili di dalam kota Wonosari, luar kota, maupun yang berada di luar Gunungkidul. Juga yang memungkinkan untuk dapat dihadiri para ibu yang nota bene masih banyak yang memiliki balita. Dengan kata lain menurut penulis alangkah indahnya apabila sarasehan ini ramai dihdiri oleh seluruh keluarga besar SMP 1 Wonosari tanpa ada alasan seperti di atas. Setuju?!

Nach…kita membahas sarasehannya saja ya?

Mengapa panitia sarasehan mengambil judul : “Menuju SMP Berstandar Internasional?”  Ternyata banyak pertimbangannya, meliputi :

1.      Kabupaten Gunungkidul belum memiliki sekolah Berstandar Internasional, sementara kabupaten lain di DIY sudah memilikinya.

2.      SMP 1  Wonosari pantas dan layak memperoleh gelar berstandar Internasional.

3.      Tuntutan kemajuan jaman.

4.      SMP 1 W onosari adalah  SMP negeri tertua di Gunungkidul sehingga menjadi kiblat, acuan, maupun teladan bagi SMP di Gunungkidul.

5.      Jati diri dan kebanggaan kita warga SMP 1 Wonosari.

       Banyak peserta mempertanyakan mengapa judulnya tertulis Menuju? Ini dikarenakan kita masih merancang, merencanakan atau bahkan membanyangkan ke arah itu, tetapi yang pasti kita sudah mempunyai tujuan yang akan diraih menjadi kenyataan yakni status Sekolah Berstandar Internasional ( SBI ).
        Untuk mencapai status itu memang diperlukan stick holder / komponen sekolah yang kuat sehingga kita tidak hanya sekedar berangan –angan saja namun memang pondasi dasar kita harus sudah jelas tidak sekedar mimpi di siang bolong. Nah, dalam sarasehan inilah kita bahas syarat maupun kekuatan kita untuk melangkah ke arah SBI, sudah mencapai berapa persen sehingga kita dapat menjawab kesiapan masing-masing, yang nantinya kita tidak banyak menemui kesulitan ataupun kegagalan. Namun apabila ada kekurangan di sana sini adalah wajar, sebab masih merupakan  hal yang baru dan untuk pembelajaran.

Adapun stick holder / komponen sekolah yang dimaksud adalah :

1.    Kepala Sekolah

      Top Management Sekolah ada di pundak Kepala Sekolah sehingga para guru, staf  karyawan, dan seluruh siswa berada di bawah wewenang  beliau. Dengan kata lain merah hijaunya sekolah, Kepala Sekolahlah yang bertanggung jawab. Apabila kita diberi kebebasan, hendaknya menjadi kesadaran kita bersama, jangan malah menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Atau kita menginginkan Kepala Sekolah yang otoriter, ataukah yang selalu mohon petunjuk beliau? Yang pasti kita menginginkan Kepala Sekolah yang mempunyai visi dan misi pendidikan menuju perbaikan

 

2.    Guru

Memiliki peran ganda yakni mendidik dan mengajar sehingga proses pembelajaran benar-benar terlaksana dengan sebaik-baiknya. Sebenarnya menjadi guru itu susah sebab predikat guru selalu dibawa kemanapun ia pergi. Guru menjadi suri tauladan siswa maupun warga sekitar, untuk itu guru jangan sampai terlambat, guru jangan terlalu banyak ijin, guru bertingkah laku yang baik, guru juga  profesional dalam pekerjaannya, yaitu saat menstranfer ilmu kepada siswa-siswanya. Untuk gelar guru berprestasi tingkat nasional, memang 2 tahun terakhir ini dipegang  sekolah pinggiran, sedangkan guru SMP1 kapan ? Kita jangan ketinggalan, terutama yang menulis juga. Ini juga cobaan bagi guru SMP 1 untuk membuktikan kesiapannya menghadapi SBI.

 

3.    Siswa

Siswa SMP 1 Wonosari patut mendapat acungan jempol, sebab mereka adalah bibit unggul dari Sekolah Dasar di Gunungkidul yang akhirnya berdasarkan seleksi NEM dapat diterima menjadi siswa SMP 1 Wonosari. Syarat NEM yang tinggi memang tidak mudah, sebab berarti yang masuk menjadi siswa SMP 1 harus cerdas. Ternyata hal ini masih harus diikuti dengan terampil dan taqwa, sehingga siswa diharapkan berbudi pekerti yang luhur. Para siswa pun diharapkan mampu menunjukkan kelebihannya dibandingkan siswa SMP yang lain dengan adanya banyaknya kejuaraan akademis dan non akademis yang diraih SMP 1. Untuk kejuaraan non akademis sekarang memang ada kecenderungan / ada beberapa yang berpindah tangan ke SMP lain, ini menjadi tantangan bagi para siswa untuk merebut kembali gelar tersebut, sehingga SMP1 memang nomor satu untuk akademis dan nomor satu pula untuk bidang non akademis di Gunungkidul, bagaimana para siswa?

 

4.    Staf Tata Usaha

Jantung sekolah terletak pada jam pelajaran, sehingga peran TU dalam hal ini sangat berjasa sekali, sebab apabila lengah sedikit saja dapat berakibat fatal. Karyawan Tata Usaha berfungsi mempermudah semua urusan sekolah, mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Siswa, dan Lingkungan. Tanpa tenaga TU yang profesional, sekolah akan tertinggal dan tersendat dalam proses pembelajaran. Untuk itu Staf TU harus tanggap dan terampil di sekolah sehingga semua persoalan sekolah dapat berjalan lancar.

 

5.    Sarana Prasarana

      Sekarang SMP 1 sedang berbenah secara fisik sehingga kegagahan sekolah pun juga akan terlihat dari segi bangunannya, dimana apabila kita melihat, ternyata bangunan SMP 1 memang kalah dengan bangunan SMP lain. Sebenarnya untuk sarana prasarana yang lain pun SMP 1 agak ketinggalan ( dibaca kuno ) sehingga ada beberapa proses pembelajaran ataupun kegiatan ekstra kurikuler, tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal karena minimnya peralatan. Mungkinkah ini yang menjadikan gelar non akademis jatuh ke SMP lain? Kita jangan terlalu menyalahkan terbatasnya sarana prasarana, sebab ternyata sarana prasarana yang sudah ada pun kita kurang merawat ataupun menggunakannya dengan sebaik mungkin, terlebih lagi kita kurang dalam iventarisasi barang. Sebagai jalan terbaik hendaknya kita memiliki rasa handarbeni barang-barang sekolah demi kemajuan sekolah, bukan malah handarbeni untuk sendiri. Mari kita bersama-sama menjaga!

 

6.    Komite Sekolah

      Peran Komite Sekolah sangat besar untuk mendukung roda keuangan sekolah dengan memberikan keyakinan kepada masyarakat ataupun wali murid bahwa memang “ Jer Basuki Mawa Bea “ Tidak ada pendidikan manapun yang akan maju dan berhasil dengan dana yang sedikit, dengan kata lain pendidikan akan maju dan berhasil apabila didukung dengan adanya dana. Apabila melihat dari keuangan sekolah yang sudah ditopang oleh Bantuan Pemerintah berupa BOS ( Bantuan Operasional Sekolah ), bukan berarti sekolah itu gratis, sebab ternyata masih banyak kegiatan sekolah yang belum terdanai, sehingga  Komite Sekolah  mengadakan iuran Rp 30.000,00 per bulan kepada siswa. Angka ini dibandingkan dengan seluruh SMP di Gunungkidul memang besar , namun apabila diakumulasikan dengan iuran lainnya ( per kegiatan sekolah ) di SMP lain dalam satu tahun ternyata SMP 1 Wonosari masih lebih murah, kalau tidak percaya dipersilahkan untuk menghitung dan membandingkannya. Disinilah peran Komite Sekolah untuk menggali sumber-sumber keuangan baik dari pihak swasta maupun pemerintah demi menunjang proses pembelajaran di SMP 1 Wonosari lebih efektif.

 

7.    Lingkungan Sekolah

      Adalah warga sekitar SMP 1 Wonosari yang merupakan pagar betis sekolah sektor pengamanan dan pengendali laju masuk dan keluarnya orang-orang ke SMP 1, sehingga keamanan dan ketertiban terkendali bersama masyarakat.

 

8.    Alumni

Ada wadah bagi alumni SMP 1 Wonosari, terutama bagi yang sudah berhasil dan memiliki kepedulian masalah pendidikkan  secara suka rela memberikan sumbang saran, pemikiran, tenaga, daya, usaha maupun dana demi majunya SMP 1. Sebut saja seperti : Ibu H. Badingah,S.Sos. Ibu Susilowati,S.H. Bapak Wisnutoyo,S.Pd. dan yang lainnya adalah sebagian alumni yang benar-benar memikirkan kemajuan SMP nya tempat menimba ilmu, termasuk penulis lho.

 

   Komponen-komponen di atas akan membawa pengaruh yang besar bagi pengubahan status Sekolah Standar Nasional menjadi Sekolah Berstandar Internasional. Dalam sarasehan muncul banyak masukan, tanggapan, saran, ataupun kritikan yang semuanya bersifat membangun dan tentunya bertujuan positif demi membawa SMP1 ke kejayaan. Tanggapan sarasehan akan penulis urai dalam terbitan buletin edisi berikutnya, insya Alloh.  Perlu diketahui pula syarat utama Sekolah Berstandar Internasional adalah digunakannya Bahasa Inggris secara bilingual dalam proses pembelajaran terutama untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA ( Sains ). Dengan kata lain sudahkah ini diterapkan di SMP kita ? Kalau belum, KAPAN? Terakhir pertanyaan menggelitik yang dilontarkan Pembina Kesiswaan kita “ Sudah siapkah kita menyongsong Sekolah Berstandar Internasional ?”
          Pertanyaan ini tidak usah kita bahas dan tidak usah kita jawab, namun di dasar lubuk hati kita marilah kita menjawab dengan kejujuran siapkah kita?  Apabila kita tidak siap dan jauh dari komponen yang ideal, marilah sejak dini kita berubah dan menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan jaman, di mana SMP 1 yang kita cintai ini jangan sampai ketinggalan jaman. Marilah kita menjaga, mengisi dan terus mempertahankan  SMP 1 Wonosari adalah SMP nomor satu di Gunungkidul, di berbagai kesempatan. Hal ini bukan utopis tapi menjadi kenyataan.
           Sesuai dengan VISI dan MISI sekolah kita yang luar biasa “ Unggul dalam prestasi dan budi, handal dan eksis sebagai institusi, terdepan dalam kompetensi dan kompetisi “

 Rini Harjanti – Staf Pengajar SMP1 Wonosari

 

Tinggalkan komentar

Filed under Humas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s